Tampilkan postingan dengan label Lingkungan PNS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lingkungan PNS. Tampilkan semua postingan

Senin, 14 Desember 2015

Tindakan yang Dapat Mengurangi Efek dari Global Warming

polusi udara

Global warming (pemanasan global) yang terjadi tidak lepas dari pengaruh berbagai aktivitas manusia seperti industri, transportasi, agrikultur serta peternakan. Global warming telah menyebabkan perubahan iklim yang signifikan seperti yang terjadi di negara kita. Efek dari pemanasan ini telah menyebabkan perubahan iklim yang ekstrim. Beberapa daerah sering terjadi hujan lebat yang menyebabkan banjir. Selain itu, juga muncul angin puting beliuang dan badai. Terjadinya peningkatan suhu dan perubahan pola curah hujan akibat dari efek global warming dapat juga berpotensi untuk terjadinya peningkatan kejadian penyakit yang ditularkan oleh nyamuk karena dapat mempengaruhi bionomik vektor A. aegypti dan juga dapat memperluas jangkauan wilayah geografis baru bagi vektor A. Aegypti. Besarnya dampak yang ditimbulkan oleh global warming sehingga diperlukan upaya untuk mengurangi efek dari global warming tersebut. Tindakan yang dapat dilakukan untuk mengurangi efek dari global warming diantaranya:

1. Mengurangi gas rumah kaca

Mengurangi gas rumah kaca dapat dilakukan dengan cara menggunakan energi alternatif yang tidak menghasilkan emisi gas rumah kaca seperti tenaga matahari, air, angin dan nuklir. Hasil studi Gustavsson et al. (2007) menunjukkan bahwa biomassa dapat mengurangi emisi gas rumah kaca. Sebagai contoh kendaraan listrik hibrida ternyata mampu mengurangi emisi gas rumah kaca sebagai gas buang kendaraan.
Menggunakan bahan bakar fosil yang akan menghasilkan emisi gas rumah kaca dengan bijak dan efisien. Hal ini dapat dilakukan dengan cara menghemat listrik dan energi. Sebagai contoh, matikanlah peralatan listrik ketika tidak digunakan, gunakan lampu hemat energi dan gunakanlah panel surya sebagai energi alternatif. Pola hidup hemat dalam penggunaan energi asal bahan bakar fosil akan dapat menurunkan jumlah emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dari proses pemakaian energi asal bahan bakar fosil. Peningkatan efisiensi energi dipandang sebagai salah satu langkah paling menjanjikan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca secara global dan mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar asal fosil.

2. Menanam lebih banyak pohon

menanam pohon jabon
Tanaman hijau dapat menyerap CO2 dari atmosfer dan akan digunakan untuk proses fotosintesis. Lingkungan dengan banyak tanaman akan mengikat CO2 dengan baik dan memberikan udara yang lebih bersih. Pohon yang digunakan hendaknya yang mudah dan cepat pertumbuhannya, menyerap CO2 yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis dan menyimpan karbon dalam kayunya.
Peneliti dari Louisiana Tech University menemukan bahwa setiap acre pepohonan hijau dapat menangkap karbon yang cukup untuk mengimbangi emisi yang dihasilkan dari mengendarai mobil selama setahun. Sebuah studi yang dilakukan oleh layanan perhutanan di Amerika Serikat juga menunjukkan bahwa penanaman 95.000 pohon yang dlakukan di dua kota kecil di Chicago memberikan udara yang lebih bersih dan menghemat biaya yang berhubungan dengan pemanasan dan pendinginan udara sebesar lebih dari US$ 38 juta dalam 30 tahun ke depan.

3. Daur ulang (recycle) dan gunakan ulang (reuse)

Daur ulang (recycle) adalah daur ulang atau penggunaan kembali limbah yang masih dapat dimanfaatkan, tetapi harus diberikan pengolahan tertentu sehingga hasil akhirnya menjadi barang yang berbeda dan fungsi yang sama atau berbeda. Contoh, sampah kertas dapat diolah kembali menjadi kertas daur ulang atau kertas hias dan memiliki nilai ekonomis. Gunakan ulang (reuse) adalah penggunaan kembali sampah-sampah yang masih dan dapat dimanfaatkan tanpa dilakukan pengolahan khusus. Hasil akhirnya masih tetap barang yang sama dan memiliki fungsi yang sama atau berbeda. Contoh, sampah botol (yang masih utuh) dapat kita manfaatkan kembali hanya dengan membersihkannya dan tetap memiliki fungsi yang sama seperti fungsi sebelumnya.
Kalkulasi yang dilakukan di California menunjukkan bahwa apabila proses daur ulang dapat diterapkan hingga di level negara bagian California, maka energi yang dihemat cukup untuk suplai energi bagi 1,4 juta rumah, mengurangi 27.047 ton polusi air, menyelamatkan 14 juta pohon dan mengurangi emisi gas rumah kaca hingga setera dengan 3,8 juta mobil.

4. Memperbaiki kualitas kendaraan dengan uji emisi

Melakukan uji emisi dengan benar akan mengurangi pembuangan gas karbon sehingga dapat menjaga lingkungan dan menghemat bahan bakar. Uji emisi yang benar dapat berfungsi diantaranya: 1.) mengetahui proses pembakaran bahan bakar pada mesin dengan cara menganalisa kandungan karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) yang terkandung di dalam gas buang; 2.) Mengetahui adanya kerusakan pada bagian mesin kendaraan; 3.) membantu saat melakukan setting campuran udara dan bahan bakar dengan tepat.
5. Tidak menggunakan CFC (Chloro Fluoro Carbon)
CFC digunakan sebagai media pendingin, propelan (dalam aplikasi aerosol) dan pelarut. Melalui kesepakatan internasional yang dikenal dengan protocol montreal (1987) penggunaan CFC sudah dilarang karena dapat mengurangi lapisan ozon.

= = = = = = = = = = = = =
Refferensi:
Alvarez R, Schlienger P, Weilenmann M. 2010. Effect of Hybrid System Battery Performance On Determining CO2 Emissions of Hybrid Electric Vehicles in Real-World Conditions. Energy Policy 38: 6919–6925.
Gustavsson L et al. 2007. Using Biomass for Climate Change Mitigation and Oil Use Reduction. Energy Policy 35: 5671–5691.
Knowlton K, Solomon G, Ellman MR. 2009. Mosquito-Borne Dengue Fever Threat Spreading in The Americas. New York: NRDC Issue Paper.
Siitonen S, Tuomaala M, Ahtila P. 2010. Variable Affecting Energy Efficiency and CO2 Emissions In The Steel Industry. Energy Policy: 38: 2477–2485.
Susanta G dan Sutjahjo H. 2008. Akankah Indonesia Tenggelam akibat Pemanasan Global. Jakarta: Penebarplus.

Sumber: www.ilmulingkungan.com

Rabu, 09 Desember 2015

5 Gerakan Bagus Yang Tenggelam Karena Kegaduhan Media

dicekoki media
Tak diragukan lagi bahwa media baik cetak maupun elektronik merupakan instrumen yang mengantarkan bermacam berita aktual dari berbagai belahan dunia ke meja kerja kita. Kita butuh media. Tapi kadang media terlalu gaduh, sehingga hal-hal penting yang harusnya diingat oleh masyarakat jadi tenggelam oleh berita-berita memekakkan telinga. Satu diantara hal penting yang seolah terlupakan adalah adanya pesan atau gerakan yang dicanangkan oleh pemerintah menjadi gerakan nasional.

Gerakan nasional merupakan sebuah bentuk pengarahan segala perhatian, pemikiran, dan tindakan yang dimotori oleh pemerintah sehingga menjadi aksi nyata yang berlaku secara nasional. Gerakan nasional sengaja dicanangkan untuk menunjukkan pentingnya suatu hal dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, bernegara, serta bagi kehidupan umat manusia dan kelestarian lingkungan. Nah, banyak gerakan nasional yang sudah dicanangkan sejak lama atau baru, tapi tak terdengar lagi gaungnya di tengah-tengah masyarakat. Meski bukan sebab utama, tetapi kegaduhan media melengkapi kaburnya suara gerakan itu, ditengah lemahnya sosialisasi dari intansi terkait. Beberapa gerakan nasional yang sangat penting yang tenggelam dari perhatian masyarakat diantaranya sebagai berikut:

1. Gerakan Nasional Menanam Sejuta Pohon

menanam pohon kayu
Adalah fakta tak terbantahkan bahwa  pohon adalah produsen utama oksigen yang mana merupakan syarat adanya kehidupan di planet ini. Bahkan menurut hasil penelitian bahwa satu pohon bisa menhasilkan 1,2 kg oksigen perhari, atau cukup untuk menghidupi 2 orang manusia yang membutuhkan 0,5 kg oksigen sehari. Belum lagi kemampuan pohon untuk menyerap gas CO2 dari udara bebas yang berarti menyelamatkan manusia dari polutan terbesar. Belum lagi berbicara fungsi pohon untuk menyimpan cadangan air, sebagai pasak pelindung erosi tanah, dan batang kayunya yang dibutuhkan oleh aneka industri kebutuhan manusia. Melihat pentingnya pohon bagi kehidupan, maka pemerintah mencanangkan gerakan menanam sejuta pohon pada tahun 2007. Namun seiring waktu dan gempuran media yang malfungsi tadi, gaung dari gerakan ini seolah hilang ditelan bumi. Hanya beberapa saja yang masih konsisten meneruskan.

2. Gerakan Nasional Orang Tua Asuh

logo gerakan nasional orang tua asuh
Sungguh mulia penggagas gerakan ini. Ditengah kekhawatiran merebaknya eksploitasi anak-anak yang semakin mengancam, maka uluran tangan para orang tua asuh adalah solusi terbaik. Konsep orang tua asuh berarti memelihara dan membangun kedekatan orang tua asuh layaknya orang tua kandung. Walau sebatas perhatian dalam pembiayaan pendidikan misalnya, namun tetap bagi si anak asuh ada suatu kekuatan yang diterimanya yaitu pengakuan. Bila satu keluarga mapan menangani 2 anak asuh saja, sudah berapa banyak anak yang terselamatkan dari ancaman penelantaran. Namun sayang gerakan ini sudah tak terdengar lagi gaungnya, entah karena sepi peminat, atau karena anak-anak Indonesia sudah terjamin semua.

3. Gerakan Disiplin Nasional

buku gerakan disiplin nasional
Walau terkesan militeristik, tapi sejatinya disiplin adalah suatu syarat mutlak yang menunjang terciptanya ketertiban dalam sebuah lingkungan. Disiplin adalah sikap yang harus dilatih dan dibiasakan. Dahulu sangat familiar namanya pekan disiplin, baik di sekolah-sekolah, perkantoran, perusahaan, terlebih dalam instansi pemerintah. Dan sekarang, gerakan nasional ini termasuk dalam kategori mati suri, kalau tidak dikatakan menjadi sebuah legenda.

4. Gerakan Nasional Berantas Buta Aksara

belajar membaca
Baiklah kalau gerakan ini dihapuskan dengan alasan bahwa semua warga sudah pandai membaca. Tapi alangkah elok kalau gerakan ini dikembangkan lebih maju, misal menjadi gerakan nasional berantas buta hati, atau berantas buta informasi, atau berantas buta sejarah, dan seterusnya. Karena secara sederhana kita bisa fahami, bila masih terdapat gejala perilaku menyimpang di masyarakat, berarti masih terdapat sisi kebutaan disana.

5. Gerakan Nasional Anti Narkotika

logo gerakan anti narkotika
Belum ada satupun negara di dunia sampai saat ini yang melegalkan narkoba, kecuali negara yang gila. Narkoba (drugs) merupakan ancaman terbesar yang segmen utamanya adalah generasi muda. Tidak ada suatu bangsa yang generasinya tercemar narkoba, kecuali akan datang kematian atas bangsa itu. Melalui gerakan yang dilembagakan menjadi GRANAT, pemerintah sadar betul bahwa masyarakat harus digugah kesadarannya untuk menghalau ancaman narkoba ini. Namun sayang, kini dahsyatnya ancaman narkoba kalah pamor dengan berita-berita cecak vs buaya, cecak vs belut, belut vs kadal, SS vs SN, dan berita-berita serupa yang jelas sekali ketidakjelasannya.

Semoga kita tidak termasuk orang-orang yang mudah lupa, sehingga mudah juga untuk dilupakan sejarah di masa anak cucu kita. Mari teruskan gerakan-gerakan positif yang dicanangkan pemerintah untuk kemaslahatan umat manusia. Terlebih sebagai PNS yang berada satu baris di jajaran pemerintahan, maka selayaknya yang harus merawat dan terjun menjadi penggerak dari segala usaha untuk kehidupan masa depan penerus kita yang lebih baik.